Pasanganmu posesive, biarkan atau tinggalkan ?

Published August 11, 2012 by keinapakkein

Image

Posesive bisa diartikan sebagai kecemburuan seseorang terhadap pasangannya. Dia merasa tidak aman dengan hubungan yang dijalaninya dan takut bahwa seseorang lain akan merebut pasangannya. Umumnya dalam setiap hubungan, baik pria maupun wanita sangatlah memungkinkan adanya perilaku seperti itu. Posesive dalam batasan normal memang tak ada salahnya, karena itu memperlihatkan betapa kamu sangat mencintai pasangan kamu. Namun posesive yang berlebihan kerap kali menyebabkan orang lain menjadi tidak nyaman bahkan dengan pasangannya sendiri.

Posesive sendiri dapat disebabkan karena trauma masa lalu. Contohnya saja, seorang pria menjadi sangat pencemburu karena pernah diselingkuhi pasangannya. Maka saat menjalin hubungan dengan seorang yang baru, ketakutan itu terus membayanginya dan ia akan berupaya melakukan segala cara agar pasangannya tidak lagi meninggalkannya dengan berpaling kepada yang lain.

Sikap posesive juga sangat memungkinkan seseorang tidak dapat menahan emosionalnya secara wajar sehingga cenderung melakukan kekerasan seperti memukul, menampar, dan menjambak. Tidak sedikit orang yang akhirnya kehilangan para sahabat dan teman-temannya akibat perlakuan posesive dari pasangannya. Pada akhirnya, sikap seperti itu bukan membuat pasangan kamu semakin dekat, justru membuatnya ingin melepaskan diri dari kamu.

Sikap posesive bisa dihadapi dengan beberapa cara, diantaranya :

  1. Sesungguhnya trauma itu hanyalah kenangan buruk masa lalu kamu. Baiknya kamu lepaskan trauma itu demi kebaikan hubunganmu dan pasanganmu. Tidak semua pasangan kamu adalah seseorang seperti yang ada di masa lalu kamu.
  2. Terapkan pikiran Positive pada diri kamu dan kurangi lah prasangka negative terhadap pasanganmu. Bukankah lebih baik memberikan perhatian kepadanya dibandingkan kamu harus selalu mengintrogasinya dan berpikir macam-macam tentang dirinya.
  3. Hilangkan rasa ketergantungan kepada pasangan kamu. Kamu merasa tidak dapat melakukan apapun tanpa ada dia disamping kamu. Hal ini pada akhirnya mengharuskan kamu dan pasanganmu untuk selalu bersama. Berikanlah waktu luang kepada pasanganmu, karena dunia diluar sana masih lebih besar dibandingkan dunia kamu dan pasanganmu.
  4. Cobalah untuk selalu memberikan kepercayaan kepada pasangan kamu. Percayalah apabila dia mencintai kamu, tentu dia akan menjaga kepercayaan yang telah kamu berikan kepadanya.
  5. Berikanlah kesabaran lebih kepada pasangan posesivemu dengan selalu memberikan pengertian kepadanya dari segala hal yang membuat prasangkanya menjadi buruk terhadap kamu.

Jika berbagai hal yang sudah kamu lakukan untuk menghadapi pasangan posesivemu masih tidak berhasil, berpikirlah dengan baik dan bijak, apakah ia masih tetap menjadi pasangan yang baik untuk masa depan kamu, atau tidak.

Sebuah hubungan yang baik, bagaimanapun dijalin dengan adanya rasa saling percaya dan memberikan dukungan kepada pasangannya. Serta sebisa mungkin membuatnya nyaman ketika bersama kamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: